Resume Kuliah Umum Ekonomi
Perkembangan Ekonomi Indonesia
(Outlook perekonomian Indonesia 2017)
Nama : Gina Ayyudia Khairani
Kelas : MB 40-07
NIM : 1401160115
Pembicara : Dr.Afriapollo Syarafudin
Tanggal : 7-April-2017
Pertumbuhan Perekonomian di Indonesia dapat disebut unik karena relative stabil. Pada tahun 2016 inflasi kurang lebih 1%. Cadangan visa 10 triliun.

Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi di tengah melemahnya kondisi eksternal, dibutuhkan :
- Konsumsi berkelanjutan
- Perbaikan belanja pemerintah
- Peningkatan investasi swasta
Saatnya membangun pondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.
Tantangan menghadapi Ekonomi Global
APBN menargetkan pencapain perekonomian Indonesia 5,1%. Namun hal tersebut tergantung pada beberapa factor.
- Ektivitas kebijakan pemerintah dalam mengatasi resiko ekonomi depan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri
- Keberhasilan reformasi ekonomi yang sudah berjalan selama 2 (dua tahun terakhir). Salah satu tantangan domestic untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dalah belum optimalnya pendapatan Negara.
Target dan tantangan
- Target —> Belanja Negara difokuskan untuk Infrastruktur.
Guna mengurangi kesenjangan infrastruktur antara daerah dan sebagai pemicu pertumbuhan dan ekonomi Indonesia.
- Tantangan —> Tantangan Domestik
Aktivitas sector swasta yang relative stagnan sampai dengan triwulan II tahun 2016. Tercermin pada pertumbuhan kredit yang lambat.
Sejalan dengan hal tersebut, laporan Outlook ini disusun untuk memberikan gambaran perkiraan pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016-2017 dengan beberapa skenario resiko ekonomi global dan domestic, yaitu :
- Pemerintah RRT mengambil kebijakan ekonomi ketat untuk menghadapi perlambatan sekonomi di negaranya (Tiongkok tighter policy)
- Terpilihnya Donald Trump Presiden AS
- Resiko fiskal (Pemotongan Anggaran dan Tax Amnesty)
- Resiko sektor swasta (kenaikan NPL).

Perkembangan dan Outlook Perekonomian Terkini
Pada triwulan II tahun 2016, pertumbuhan PDB dunia tercatat yaitu sebesar 2,2% (y-o-y). Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama di tahun 2015 yang mencapai 2,8% (y-o-y). Pertumbuhan ekonomi Negara-negara utama dunia masih menunjukan perlambatan pertumbuhan PDB RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di triwulan II tahun 2016 hanya sebesar 6,7% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7% (y-o-y).
Perkembangan dan Outlook Perekonomian Global
Sementara itu pemuliahan ekonomi di AS masih ecnderung berjalan lamban. Pertumbuhan PDB AS sebesar 1,3% (y-o-y) atau 1,4% persen berada dibawah ekspetasi, sementara untuk jepang, kebijakan yield curve control yang diambil pemerintah Jepang di akhir September 2016 – mempertahankan imbal hasil obligasi pemerintah untuk jangka waktu 10 tahun sebesar 0 persen. (estimasi) diharapkan dapat memacu investasi dan aktivitas sector swasta di negara tersebut, Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
